Kanker Payudara Pria

> Definisi/Pengenalan:
Kanker Payudara Pria atau kerap disebutkan juga sebagai Kanker Payudara Laki-Laki (Male Breast Cancer) adalah kanker yang tumbuh di dalam jaringan payudara laki-laki/pria.
Kanker payudara ini umumnya terjadi pada pria yang berusia lanjut, namun pernah juga terjadi pada pria yang berusia muda.
Persamaan penyebab kanker payudara pria dan kanker payudara wanita adalah adanya perkembangan beberapa sel jaringan payudara yang tumbuh lebih cepat daripada sel normal, lalu berakumulasi hingga membentuk tumor ganas yang dapat menyebar ke jaringan lainnya di dalam tubuh masing-masing.
Wanita memiliki tingkat kadar Hormon Estrogen (Hormon Wanita) yang lebih tinggi, serta struktur fisiologis jaringan payudara yang banyak, besar dan luas serta kuat, sehingga risiko kemungkinan terkena kanker payudara pada wanita menjadi lebih besar daripada pria.
Pria memiliki struktur fisiologis jaringan payudara yang lebih kecil dan lebih lemah, namun lebih dekat dengan dinding dada, jantung dan paru-paru serta organ lainnya, jika pria terkena kanker payudara, maka sel tumor ganas akan menyebar ke jaringan organ lainnya dengan lebih cepat dan dalam waktu lebih singkat, sehingga akan lebih berbahaya daripada wanita.
Gejala, diagnosa, pengobatan dan pencegahan serta tindakan medis yang dilakukan untuk mencegah penyebaran sel kanker sangat tergantung pada stadiumnya (tingkatan masa penyakit), pria yang terdiagnosa kanker payudara pada stadium awal, memiliki peluang lebih besar untuk dapat sembuh.
Kanker payudara pada pria ini jarang terjadi bahkan tergolong langka, sehingga penelitian dan data tentang penyakit ini masih sangat sedikit.
Namun beberapa tahun belakangan ini perkembangannya cenderung meningkat, sehingga keberadaannya tetap perlu diwaspadai.

> Penyebab:
# Kadar Hormon Estrogen yang berlebih.
Ketidakseimbangan kadar antara Hormon Estrogen (Hormon Kelamin Wanita) dan Hormon Androgen (Hormon Kelamin Pria) di dalam tubuh seorang pria, menyebabkan proses pengembangan payudara menjadi “aktif”, sehingga terdapat gumpalan berupa peningkatan jaringan tisu pada organ payudara (Gynecomastia), lalu jaringan payudara pun membengkak, selanjutnya payudara pria akan membesar seperti payudara wanita.

> Faktor Pemacu Utama:
# Kegemukan/Obesitas (penumpukan lemak yang berlebih).
Ketika seseorang memiliki berat badan lebih dari 20% dari berat badan normalnya, maka sel lemak dalam tubuh akan mengubah Androgen menjadi Estrogen, sehingga kadar Estrogen dalam tubuh manusia yang mengalami Obesitas sangatlah tinggi.
# Mengonsumsi obat yang memacu Hormon Estrogen.
# Sindrom Klinefelter.
Kelainan Genetik berupa penggandaan ekstra Kromosom-X pada setiap sel, akibat obat-obatan atau aktifitas hormonal.
# Riwayat Genetik pengidap kanker payudara.
# Riwayat Genetik pengidap penyakit payudara non kanker.
# Riwayat Genetik pewaris Mutasi Gen BRCA1 dan BRCA2.

> Faktor Pemacu Lainnya:
# Berusia 60-70 tahun (65 tahun), 35 tahun (pernah terjadi).
# Mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
# Mengidap Penyakit Hati, misalnya Sirosis (Cirrhosis).
# Terpapar Radiasi Ion/Atom (Ionizing Radiation).

> Metode Pencegahan:
# Menerapkan pola hidup sehat.
# Melakukan SaDaRi (Pemeriksaan Payudara Sendiri).
# Berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter sedini-dininya.

> Gejala/Indikasi/Tanda:
# Perubahan pada jaringan payudara.
Umumnya benjolan/pembengkakan/pembesaran/penebalan berada di belakang puting, berjumlah tunggal, bersifat lunak, keras atau padat, dengan atau tanpa disertai rasa sakit.
# Perubahan pada kulit payudara.
Berkerut, bersisik, kemerahan, masuk ke dalam, pucat.
# Perubahan pada puting susu.
Bersisik, bisul, keluar cairan, kemerahan, masuk ke dalam, pendarahan, ukuran tidak normal.

> Metode Diagnosa:
# SaDaRi (Pemeriksaan Payudara Sendiri).
# Mammography (Foto Payudara melalui Low-Energy X-Ray).
# Biopsy (Pengambilan sampel jaringan).
# Tes Genetik Mutasi Gen BRCA1 dan BRCA2.

> Lokasi awal kanker di jaringan payudara pria:
# Saluran Susu (sering terjadi).
# Kelenjar Produksi Susu atau Lobules (jarang terjadi).
# Saluran Payudara, lalu menyebar ke Puting Susu (pernah terjadi).

> Metode Pengobatan:
# Kemoterapi (Chemotherapy).
# Terapi Hormon (Tamoxifen).
# Terapi Radiasi.
# Terapi Target.
# Mastektomi Total (Total Mastectomy).
Tindakan operasi untuk mengangkat seluruh payudara dan melakukan biopsi kelenjar getah bening sentinel.
# Lumpektomi.
Tindakan operasi konservasi payudara (biasanya tidak dilakukan, karena jaringan payudara pria tidak sebanyak wanita).

Referensi: Diolah dari berbagai sumber.
KlikAlam.Com 😉 kindness for all

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s