Harakat

Harakat adalah tanda baca pada Huruf Arab dan kerap dikenal juga sebagai: Baris tanda bunyi, Diakritik (Diacritical {ˌdīəˈkritikəl}), Harakaat حركات {ha-ra-kaat}, Tanda baca, Tasykil تشكيل {tasy-kiil}.

Masyarakat Arab terbiasa menggunakan Huruf Arab tanpa disertai Harakat (Huruf Arab Gundul) dalam kesehariannya, sehingga sering terjadi perbedaan pemahaman makna, terutama bagi Masyarakat Non Arab.

Contoh Tulisan Arab:
Tanpa Harakat: من الجنة والناس {mana-al-jinna-wan-naas}
Dengan Harakat: مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ {minal-jinnati-wan-naas(i)}

Peran Harakat sebagai tanda baca adalah menunjukkan tentang struktur dan organisasi (meliputi intonasi dan jeda) dari sebuah tulisan (berupa huruf/kata/kalimat) berbahasa Arab, yang dapat dilihat saat sebelum membacakan tulisan tersebut.

Tujuan penggunaan Harakat adalah untuk: Memudahkan dalam membaca, Memperjelas cara pengucapan, Menghindari kesalahaan pembacaan, Menunjukkan penafsiran arti yang tepat.

11 (sebelas) jenis Harakat: Fathah, Kasrah, Dammah, Tanwin, Sukun, Tasydid, Wasal, Mad, Madda, Mad Fathah, Waqaf.

1. Fathah فتحة {fat-hah} -َ – {a}
> Berupa garis diagonal kecil: َ
> Ditempatkan di atas sebuah Huruf Arab: -َ –
> Menghasilkan bunyi vokal /a/ lafal pendek: {a}

Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Fathah Lafal Pendek: ل + َ = لَ {la}
Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لَ {la}

> Ketika sebuah Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ – {a} ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Alif ا {alif} /a/, maka akan menghasilkan bunyi vokal /a/ lafal panjang: {aa}

Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Fathah Lafal Panjang: لَ + ا = لاَ {laa}
Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لَ {la}, lalu ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Alif ا {alif} /a/, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لاَ {laa}

2. Kasrah كسرة {kas-rah} -ِ – {i}
> Berupa garis diagonal kecil: ِ
> Ditempatkan di bawah sebuah Huruf Arab: -ِ –
> Menghasilkan bunyi vokal /i/ lafal pendek: {i}

Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Kasrah Lafal Pendek: ل + ِ = لِ {li}
Huruf dasar Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Kasrah كسرة {kas-rah} -ِ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لِ {li}

> Ketika sebuah Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Kasrah كسرة {kas-rah} -ِ – {i} ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Ya ي {yāʾ} /y/, maka akan menghasilkan bunyi vokal /i/ lafal panjang: {ii}

Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Kasrah Lafal Panjang: لِ + ي = لِي {lii}
Huruf dasar Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Kasrah كسرة {kas-rah} -ِ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لِ {li}, lalu ditempatkan sebelum huruf dasar Ya ي {yāʾ} /y/, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لِي {lii}

3. Dammah ضمة {dham-mah} -ُ – {u}
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Waw و {wāw} /w/ kecil: ُ
> Ditempatkan di atas sebuah Huruf Arab: -ُ –
> Menghasilkan bunyi vokal /u/ lafal pendek: {u}

Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Dammah Lafal Pendek: ل + َ = لَ {lu}
Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Dammah ضمة {dham-mah} -ُ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لَ {lu}

> Ketika sebuah Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Dammah ضمة {dham-mah} -ُ – {u} ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Waw و {wāw} /w/, maka akan menghasilkan bunyi vokal /u/ lafal panjang: {uu}

Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Dammah Lafal Panjang: لُ + و = لُو {luu}
Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Dammah ضمة {dham-mah} -ُ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لَ {lu}, lalu ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Waw و {wāw} /w/, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لُو {luu}

4. Tanwin التنوين {at-tan-wiin} atau تَنْوِين {tan-wii-na} -ٌ -ٍ -ً – {an}, {in}, {un}
> Berupa garis diagonal, Huruf Dasar Hijaiah Waw و {wāw} /w/ kecil ganda: -ً – -ٍ – -ٌ –
> Ditempatkan di atas atau di bawah sebuah Huruf Arab: -ٌ -ٍ -ً –
> Menghasilkan bunyi /an/, /in/, /un/ lafal pendek: {an}, {in}, {un} (layaknya sebuah Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Fathah, Kasrah, Dammah Lafal Pendek /a/, /i/, /u/ lafal pendek: {a}, {i}, {u}, ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Nun ن {nūn} /n/)

Terdapat 3 (tiga) jenis Tanwin, yaitu: Fathatan, Kasratan dan Dammatan.
1. Fathatan -ً – {an}
> Berupa garis diagonal kecil ganda: ً
> Ditempatkan di atas sebuah Huruf Arab: -ً –
> Menghasilkan bunyi /an/ lafal pendek: {an} (layaknya sebuah Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Fathah Lafal Pendek /a/ lafal pendek: {a}, ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Nun ن {nūn} /n/)

Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Tanwin Fathatan: ل + ً = لً {lan}
Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Tanwin Fathatan -ً – {an}, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لً {lan}

2. Kasratan -ٍ – {in}
> Berupa garis diagonal kecil ganda: ٍ
> Ditempatkan di bawah sebuah Huruf Arab: -ٍ –
> Menghasilkan bunyi /in/ lafal pendek: {in} (layaknya sebuah Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Kasrah Lafal Pendek /i/ lafal pendek: {i}, ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Nun ن {nūn} /n/)

Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Tanwin Kasratan: ل + ٍ = لٍ {lin}
Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Tanwin Kasratan -ٍ – {in}, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لٍ {lin}

3. Dammatan -ٌ – {un}
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Waw و {wāw} /w/ kecil ganda: ٌ
> Ditempatkan di atas sebuah Huruf Arab: -ٌ –
> Menghasilkan bunyi /un/ lafal pendek: {un} (layaknya sebuah Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Dammah Lafal Pendek /u/ lafal pendek: {u}, ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Nun ن {nūn} /n/)

Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Tanwin Dammatan: ل + ٌ = لٌ {lun}
Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Tanwin Dammatan -ٌ – {un}, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لٌ {lun}

5. Sukun سکون {su-kuun} -ْ –
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Ha ه {hāʾ} /h/ kecil: ْ
> Ditempatkan di atas sebuah Huruf Arab: -ْ –
> Menghasilkan bunyi konsonan (huruf mati)

Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Sukun Lafal Konsonan: مَ + دْ = مَدْ {mad}
Huruf Dasar Hijaiah Mim م {mīm} /m/ dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi مَ {ma}, lalu ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Dal د {dāl} /d/ dengan Harakat Sukun سکون {su-kuun} -ْ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi دْ {d}, maka bentuk penggabungan tulisan dan bunyinya akan menjadi مَدْ {mad}

> Ketika sebuah Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ – {a} ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Waw و {wāw} /w/ dengan Harakat Sukun سکون {su-kuun} -ْ -, maka akan menghasilkan bunyi {au}

Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Sukun Lafal {au}: نَ + وْ = نَوْ {nau}
Huruf Dasar Hijaiah Nun ن {nūn} /n/ dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi نَ {na}, lalu ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Waw و {wāw} /w/ dengan Harakat Sukun سکون {su-kuun} -ْ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi وْ {w}, maka bentuk penggabungan tulisan dan bunyinya akan menjadi نَوْ {nau}

> Ketika sebuah Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ – {a} ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Ya ي {yāʾ} /y/ dengan Harakat Sukun سکون {su-kuun} -ْ -, maka akan menghasilkan bunyi {ai}

Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Sukun Lafal {ai}: لَ + يْ = لَيْ {lai}
Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/ dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi لَ {la}, lalu ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Ya ي {yāʾ} /y/ dengan Harakat Sukun سکون {su-kuun} -ْ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi يْ {y}, maka bentuk penggabungan tulisan dan bunyinya akan menjadi لَيْ {lai}

6. Tasydid تشديد {tasy-diid} -ّ –
> Kerap dikenal juga sebagai Syaddah شدة {syad-dah}
> Berupa Huruf Latin W kecil atau kepala Huruf Dasar Hijaiah Sin س {sīn} /s/: ّ
> Ditempatkan di atas sebuah Huruf Arab: -ّ –
> Menghasilkan bunyi konsonan (huruf mati) ganda

Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan Harakat Tasydid: شَ + دّ = شَدّ {syadda}
Huruf Dasar Hijaiah Syin ش {šyīn} /sy/ dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi شَ {sya}, lalu ditempatkan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Dal د {dāl} /d/ dengan Harakat Tasydid تشديد {tasy-diid} -ّ -, maka bentuk tulisan dan bunyinya akan menjadi دّ {dda}, maka bentuk penggabungan tulisan dan bunyinya akan menjadi شَدّ {syadda}

7. Wasal وصلة‎ {wash-la} –ٱ
> Kerap dikenal juga sebagai Alif Wasal atau Hamzah Wasal
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Alif ا {alif} /a/ dengan penambahan tanda yang menyerupai kepala Huruf Dasar Hijaiah Shad ص {ṣād} /sh/ kecil di atasnya: صـ
> Ditempatkan di awal kata: –ٱ
> Menghasilkan bunyi vokal /a/ lafal pendek: {a}, jika ditempatkan di awal kata dan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/
> Menghasilkan bunyi vokal /i/ lafal pendek: {i}, jika ditempatkan di awal kata dan sebelum Huruf Dasar Hijaiah selain Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/, yang Huruf Dasar Hijaiah sesudahnya (Huruf Dasar Hijaiah ke-3 dari sisi kanan, setelah Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/) dengan Harakat Fathah فتحة {fat-hah} -َ – {a} atau Kasrah كسرة {kas-rah} -ِ – {i}
> Menghasilkan bunyi vokal /u/ lafal pendek: {u}, jika ditempatkan di awal kata dan sebelum Huruf Dasar Hijaiah selain Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/, yang Huruf Dasar Hijaiah sesudahnya (Huruf Dasar Hijaiah ke-3 dari sisi kanan, setelah Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/) dengan Harakat Dammah ضمة {dham-mah} -ُ – {u}, kecuali:
ٱبْنُ {ib-nu} (QS:3.Ali ‘Imran:45)
ٱمْرُؤٌا۟ {im-ru-un} (QS:4.An-Nisaa:176)
ٱقْضُوٓا۟ {iq-dhuu} (QS:10.Yunus:71)
ٱمْضُوا۟ {im-dhuu} (QS:15.Al-Hijr:65)
ٱبْنُوا۟ {ib-nuu} (QS:18.Al-Kahfi:21)
ٱسْمُ {is-mu} (QS:22.Al-Hajj:40)
ٱمْشُوا۟ {im-syuu} (QS:38.Shaad:6)

Contoh kata dengan Harakat Wasal {a}: ٱلْحَمْدُ {al-ham-du} (QS:1.Al-Fatihah:2), ٱلرَّحِيمِ {ar-ra-hii-mi} (QS:1.Al-Fatihah:3)
Contoh kata dengan Harakat Wasal {i}: ٱصْلَوْهَا {is-law-ha} (QS:36.Yaa Siin:64), ٱهْدِنَا {ih-di-naa} (QS:1.Al-Fatihah:6)
Contoh kata dengan Harakat Wasal {u}: ٱنظُرْ {un-zhur} (QS:4.An-Nisaa:50)

Alif Lam Ma’rifah
> Alif Wasal yang ditempatkan di awal kata dan sebelum Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/
> Kerap digunakan pada kata yang bermakna nama (isim)
> Terdapat 2 (dua) jenis Alif Lam Ma’rifah, yaitu:
1. Alif Lam Qamariah
> Alif Lam Ma’rifah yang Huruf Dasar Hijaiah sesudahnya (Huruf Dasar Hijaiah ke-3 dari sisi kanan, setelah Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/) merupakan 14 Huruf Dasar Hijaiah berikut ini:

1 Alif ا {alif} /a/ atau Hamzah ء {hamzah} /ʾ/ 8 Fa ف {fāʾ} /f/
2 Ba ب {bāʾ} /b/ 9 Qaf ق {qāf} /q/
3 Jim ج {jīm} /j/ 10 Kaf ك {kāf} /k/
4 Ha ح {ḥāʾ} /h/ 11 Mim م {mīm} /m/
5 Kha خ {khāʼ} /kh/ 12 Ha ه {hāʾ} /h/
6 Ain ع {‘ayn} /‘/ 13 Waw و {wāw} /w/
7 Ghain غ {ġhayn} /gh/ 14 Ya ي {yāʾ} /y/

> Berasal dari Bahasa Arab, yaitu ﺍﻟﻘﻤﺮ {al-qa-mar} yang berarti bulan
> Menghasilkan bunyi yang jelas, yaitu vokal /a/ dan konsonan /l/ lafal pendek: {al}

ٱلإنسان {al-insaan} atau ٱلبقرة {al-baqarah}

2. Alif Lam Syamsiah
> Alif Lam Ma’rifah yang Huruf Dasar Hijaiah sesudahnya (Huruf Dasar Hijaiah ke-3 dari sisi kanan, setelah Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/) merupakan 14 Huruf Dasar Hijaiah berikut ini:

1 Ta ت {tāʾ} /t/ 8 Syin ش {šyīn} /sy/
2 Tsa ث {ṯsāʾ} /ts/ 9 Shad ص {ṣād} /sh/
3 Dal د {dāl} /d/ 10 Dhad ض {ḍād} /dh/
4 Dzal ذ {ḏzāl} /dz/ 11 Tha ط {ṭāʾ} /th/
5 Ra ر {rāʾ} /r/ 12 Zha ظ {ẓāʾ} /zh/
6 Zay ز {zāy} /z/ 13 Lam ل {lām} /l/
7 Sin س {sīn} /s/ 14 Nun ن {nūn} /n/

> Berasal dari Bahasa Arab, yaitu ﺍﻟﺸﻤﺴﻴﻪ {asy-syam-siah} yang berarti matahari
> Menghasilkan bunyi yang melebur kepada Huruf Dasar Hijaiah sesudahnya (Huruf Dasar Hijaiah ke-3 dari sisi kanan, setelah Huruf Dasar Hijaiah Lam ل {lām} /l/), yaitu vokal /a/ dan tidak melafalkan konsonan /l/, namun langsung melebur pada konsonan berikutnya /…/ lafal pendek: {a…}.

ٱلصرط {as-shiraat}

8. Mad المد {al-madd} ا ,-و- dan ي-
> Secara harfiah bermakna melanjutkan atau melebihkan
> Secara istilah bermakna tanda bunyi panjang
> Secara tajwid bermakna memanjangkan suara dengan lanjutan menurut kedudukan salah satu dari huruf mad
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Alif Saktah (Berbaris Mati): ا
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Waw Saktah (Berbaris Mati): و
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Ya Saktah (Berbaris Mati): ي
> Ditempatkan bersambungan di akhir (setelah) sebuah Huruf Arab: ا ,-و- dan ي-
> Menghasilkan bunyi vokal /a/, /i/, /u/ lafal panjang: {aa}, {ii}, {uu}
> Panjang pendeknya lafal Mad, diukur dengan menggunakan harakat
> Terdapat 2 (dua) bagian mad, yaitu Mad Asli dan Mad Far’i

Contoh huruf dasar dengan Harakat Mad : ف {fāʾ}, فا {faa}, في {fii}, فو {fuu}
Huruf Dasar : Fa ف {fāʾ} /f/
Mad Alif : ف + ا = فا {faa}
Mad Ya : ف + ي = في {fii}
Mad Waw : ف + و = فو {fuu}

9. Madda ‏مدة‎ {mad-da} آ
> Secara harfiah bermakna perpanjangan
> Berupa tanda gelombang kecil ~, yang berada di atas Huruf Dasar Hijaiah Alif ا {alif} /a/: ا: آ
> Ditempatkan sebelum atau sesudah sebuah Huruf Arab: آ
> Menghasilkan bunyi vokal /a/ lafal panjang: {aa}

Contoh kata dengan Harakat Madda: آمنوا {aamanuu}

10. Mad Fathah -ٰ-
> Kerap dikenal juga sebagai Alif Khanjariah ألف خنجرية {a-lif-khan-ja-ri-ya}
> Berupa garis vertikal atau Huruf Dasar Hijaiah Alif ا {alif} /a/: ا kecil: ٰ
> Ditempatkan di atas sebuah Huruf Arab: -ٰ-
> Menghasilkan bunyi vokal /a/ lafal panjang: {aa}

Contoh Huruf Dasar Hijaiah dengan harakat Alif Khanjariah: الله {allaah}

11. Waqaf
> Secara harfiah bermakna penghentian sebentar (waktu membaca kalimat dsb); jeda
> Secara istilah bermakna berhenti atau menahan
> Secara tajwid bermakna menghentikan bacaan sejenak untuk bernapas, dengan cara memutuskan suara di akhir perkataan dan dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan

Terdapat 4 (empat) jenis Waqaf, yaitu:
1. Waqaf Sempurna ﺗﺂﻡّ {taamm}
> Menghentikan bacaan secara sempurna
> Tidak memutuskan bacaan di tengah-tengah ayat
> Tidak memengaruhi arti dan makna bacaan
> Tidak berkaitan dengan ayat yang sebelum/sesudahnya
2. Waqaf Memadai ﻛﺎﻒ {kaaf}
> Menghentikan bacaan secara sempurna
> Tidak memutuskan bacaan di tengah-tengah ayat
> Memengaruhi arti dan makna bacaan
> Berkaitan dengan ayat yang sebelum/sesudahnya
3. Waqaf Baik ﺣﺴﻦ {hasan}
> Menghentikan bacaan secara baik
> Tidak memutuskan bacaan di tengah-tengah ayat
> Tidak memengaruhi arti dan makna bacaan
> Berkaitan dengan ayat yang sebelum/sesudahnya
4. Waqaf Buruk ﻗﺒﻴﺢ {qabiih}
> Menghentikan bacaan secara tidak sempurna
> Memutuskan bacaan di tengah-tengah ayat
> Memengaruhi arti dan makna bacaan
> Berkaitan dengan ayat yang sebelum/sesudahnya

Terdapat 14 (empat belas) jenis tanda waqaf, yaitu:
1. Tanda Waqaf Lazim مـ
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Mim م {mīm} /m/ kecil: مـ
> Bermakna berhenti di akhir kalimat sempurna
2. Tanda Waqaf Mutlaq ﻁ
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Tha ط {ṭāʾ} /th/ kecil: ﻁ
> Bermakna haruslah berhenti
3. Tanda Waqaf Jaiz ﺝ
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Jim ج {jīm} /j/ kecil: ﺝ
> Bermakna lebih baik berhenti seketika di sini, walaupun diperbolehkan juga untuk tidak berhenti
4. Tanda Waqaf Zha ﻇ
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Zha ظ {ẓāʾ} /zh/ kecil: ﻇ
> Bermakna lebih baik tidak berhenti
5. Tanda Waqaf Murakhkhas ﺹ
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Shad ص {ṣād} /sh/ kecil: ﺹ
> Bermakna lebih baik tidak berhenti, namun diperbolehkan berhenti saat darurat tanpa mengubah makna
6. Tanda Waqaf Shad-Lam-Ya ﺻﻠﮯ
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Shad ص {ṣād} /sh/ dan Lam ل {lām} /l/ beserta Ya ي {yāʾ} /y/ kecil: ﺻﻠﮯ
> Bermakna lebih baik meneruskan bacaan
7. Tanda Waqaf Qaf ﻕ
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Qaf ق {qāf} /q/ kecil: ﻕ
> Bermakna lebih baik meneruskan bacaan, walaupun diperbolehkan juga untuk berhenti
8. Tanda Waqaf Shad-Lam ﺼﻞ
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Shad ص {ṣād} /sh/ dan Lam ل {lām} /l/ kecil: ﺼﻞ
> Bermakna lebih baik berhenti, walaupun kadang kala boleh juga untuk diteruskan
9. Tanda Waqaf Qif ﻗﻴﻒ
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Qaf ق {qāf} /q/ dan Ya ي {yāʾ} /y/ beserta Fa ف {fāʾ} /f/ kecil: ﻗﻴﻒ
> Bermakna berhenti!
10. Tanda Waqaf Saktah س
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Sin س {sīn} /s/ kecil: س
> Bermakna berhenti seketika, tanpa mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan
11. Tanda Waqaf Waqfah ﻭﻗﻔﻪ
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Waw و {wāw} /w/ dan Qaf ق {qāf} /q/ beserta Fa ف {fāʾ} /f/ juga Ha ه {hāʾ} /h/ kecil: ﻭﻗﻔﻪ
> Bermakna berhenti lebih lama, tanpa mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan
12. Tanda Waqaf Laa ﻻ
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Lam Alif لا {lām-alif} kecil: ﻻ
> Bermakna jangan berhenti!
> Jika tanda ini berada di pertengahan ayat, maka bermakna tidak dibenarkan untuk berhenti
> Jika tanda ini berada di penghujung ayat, maka bermakna boleh berhenti atau tidak
13. Tanda Waqaf Kathaalik ﻙ
> Berupa Huruf Dasar Hijaiah Kaf ك {kāf} /k/ kecil: ﻙ
> Bermakna serupa dengan waqaf yang sebelumnya muncul
14. Tanda Waqaf Muraqabah atau Ta’anuq (Terikat) ... ...
> Berupa 3 (tiga) titik yang membentuk segitiga kecil: ...
> Tanda ini akan muncul sebanyak 2 (dua) kali dimana-mana saja
> Bermakna harus berhenti di salah satu tanda tersebut
> Jika sudah berhenti pada tanda pertama, tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan sebaliknya

Referensi: Diolah dari berbagai sumber.
KlikAlam.Com 😉 kindness for all

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s