Karangan

Karangan merupakan karya tulis seorang Pengarang, dalam mengungkapkan fakta dan atau gagasan tertentu, lalu menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca, agar dapat dipahami.

Pengarang adalah orang yang membuat atau menciptakan sebuah Karangan.

Pengarang juga biasa disebut sebagai:
# Penulis
# Prosais
# Pujangga
# Sastrawan
# Kreator
# Pencipta
# Penggubah
# Penyusun

Bentuk Karangan (hasil kegiatan mengarang), dapat berupa:
# Artikel
# Esai
# Referat
# Risalah (Arab)
# Tulisan

Jenis Karangan yang umum dijumpai dalam keseharian, beserta uraiannya:
1. Argumentasi
Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/kesimpulan, dengan data/fakta sebagai alasan/bukti.
Dalam Argumentasi, pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca.
Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan, sebagai penyokong opini tersebut.

Contoh:
Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan, karena dengan jiwa kepahlawanan, pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.

Tema/topik yang tepat untuk Argumentasi, misalnya:
# Disiplin kunci sukses berwirausaha
# Teknologi komunikasi harus segera dikuasai
# Sekolah Menengah Kejuruan sebagai aset bangsa yang potensial

Langkah menyusun Argumentasi:
# Menentukan topik/tema
# Menetapkan tujuan
# Mengumpulkan data dari berbagai sumber
# Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
# Mengembangkan kerangka menjadi karangan Argumentasi

2. Deskripsi
Karangan yang berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan, sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar atau merasakan hal tersebut.

Deskripsi dapat berisi fakta atau fiksi.

Contoh Deskripsi yang berisi fakta:
Hampir semua pelosok Mentawai indah. Di empat kecamatan, masih terdapat hutan yang masih perawan. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna. Hutan Mentawai juga menyimpan anggrek, serta aneka jenis dan fauna lainnya yang hanya terdapat di Mentawai. Siamang Kerdil, Lutung Mentawai dan Beruk Simakobu adalah contoh primata yang menarik sebagai bahan penelitian dan objek wisata.

Contoh Deskripsi yang berisi fiksi:
Salju tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga, bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain.

Topik yang tepat untuk Deskripsi, misalnya:
# Keindahan Bukit Kintamani
# Suasana pelaksanaan Promosi Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional
# Keadaan ruang praktik
# Keadaan daerah yang dilanda bencana

Langkah menyusun Deskripsi:
# Menentukan objek/tema
# Menetapkan tujuan
# Menentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan, dengan melakukan pengamatan
# Menyusun aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik (urutan berdasarkan lokasi, waktu, atau kepentingan)
# Mengembangkan kerangka menjadi karangan Deskripsi

3. Eksposisi
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik/tema tertentu, dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca.
Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik.

Contoh:
Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu akuntansi dan auditing. Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. Dalam bidang auditing, pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif, untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.

Topik yang tepat untuk Eksposisi, diantaranya:
# Manfaat kegiatan ekstrakurikuler
# Peranan majalah dinding di sekolah
# Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil

Tidak jarang, Eksposisi berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja.
Eksposisi yang demikian, lazim disebut sebagai Paparan Proses.

Contoh Paparan Proses:
# Cara mencangkok tanaman:
1. Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang subur, dan sabut secukupnya.
2. Pilihlah ranting yang tegak, kekar dan sehat, dengan diameter kira-kira 1,5 sampai 2 cm.
3. Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih, kira-kira sepanjang 10 cm.

Langkah menyusun Eksposisi:
# Menentukan topik/tema
# Menetapkan tujuan
# Mengumpulkan data dari berbagai sumber
# Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
# Mengembangkan kerangka menjadi karangan Eksposisi

4. Narasi
Secara sederhana, Narasi dikenal sebagai Cerita.
Pada Narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu.
Di dalam kejadian itu, ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik.

Unsur pokok sebuah Narasi:
# Peristiwa
# Tokoh
# Konflik

Jika ketiga unsur itu bersatu, disebut Plot atau Alur.
Jadi, Narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan Plot atau Alur.

Narasi dapat berisi fakta atau fiksi.

Contoh Narasi yang berisi fakta (Narasi Ekspositoris):
# Biografi
# Autobiografi
# Kisah pengalaman

Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka, yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia, memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949.

Contoh Narasi yang berisi fiksi (Narasi Sugestif):
# Novel
# Cerpen (Cerita Pendek)
# Cerbung (Cerita Bersambung)
# Cergam (Cerita Bergambar)

Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku, ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindukan, ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindukan juga?

Pola Narasi:
# Awal – Tengah – Akhir

Bagian awal harus dibuat menarik, agar dapat mengikat pembaca. biasanya berisi pengantar, yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh.
Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik, konflik lalu diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks, secara berangsur-angsur cerita akan mereda.
Akhir cerita yang mereda ini, memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha menggantungkan akhir cerita, dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.

Langkah menyusun Narasi (terutama yang berbentuk fiksi), cenderung dilakukan melalui proses kreatif, yaitu dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide.
Oleh karena itu, cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5W+1H, yang dapat disingkat menjadi ADiK SiMBa, yaitu:
# What # Apa yang akan diceritakan
# Where # Di mana seting/lokasi ceritanya
# When # Kapan peristiwa-peristiwa berlangsung
# Who # Siapa pelaku ceritanya
# Why # Mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi
# How # Bagaimana cerita itu dipaparkan

5. Persuasi
Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu.
Dalam Persuasi, pengarang mengharapkan adanya sikap motorik dari pembaca,
yaitu berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca, sesuai dengan yang dianjurkan oleh penulis dalam karangannya.

Topik/tema yang tepat untuk Persuasi, misalnya:
# Katakan tidak pada Narkoba
# Hemat energi demi generasi mendatang
# Hutan sahabat kita
# Hidup sehat tanpa rokok
# Membaca memperluas cakrawala

Langkah menyusun Persuasi:
# Menentukan topik/tema
# Menetapkan tujuan
# Mengumpulkan data dari berbagai sumber
# Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
# Mengembangkan kerangka menjadi karangan Persuasi

Referensi: Diolah dari berbagai sumber.
KlikAlam.Com 😉 kindness for all

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s